Pentingnya
musik dalam sebuah garapan teater memang sudah tidak terbantahkan lagi, karena
setiap pertunjukan teater yang ada pasti di dukung oleh suatu permainan musik. Musik
dimaksudkan untuk mengisi bahkan menciptakan suasana dalam sebuah garapan. Contohnya
ketika aktor sedang memainkan adegan yang bersifat sedih, para penonton akan
terbawa oleh suasana sedih yang di hadirkan aktor maka dengan musik suasana
yang dihadirkan bisa lebih dalam sehingga penonton pun bisa di buat menangis. Musik
juga bisa menghadirkan suasana dari suatu musim seperti musim semi, musim hujan
dan lain-lain, juga musik dapat menghadirkan suasana dari suatu tempat seperti
di tengah sawah, di tepi pantai dan lain sebagainya.
Minggu, 17 November 2013
Pentingnya musik dalam teater
Teater menurut mereka: Abdul razak( mahasiswa jurusan musik isi padang panjang)
Jack
juga mengungkapkan kalau sebuah teater yang bagus dapat dinilai dari akting
para aktornya, jika yang memainkannya kurang maksimal dalam berakting maka
sudah di pastikan kalau pertunjukan tersebut kurang di minati, akan tetapi jika
aktingnya bagus maka semua orang akan menyukainya. Dia menambahkan, kalau
akting itu adalah proses meniru atau menjadi karakter orang lain, karena dalam
bermain teater kita akan memainkan tokoh orang lain. Semakin bagus kita
mempelajari akting maka akan semakin baik pulalah kita memerannkannya. Akan
tetapi ada sekumpulan orang yang tidak harus mempelajari akting dengan serius,
akan tetapi ketika bermain teater dia bisa menampilkan peran yang sangat
bagus, maka dalam hal ini bisa dikatakan
kalau bakatlah yang membuatnya demikian. Orang yang mempunyai bakat untuk
bermain teater, maka dengan mudah dia akan terampil dalam memerankan suatu
tokoh akan tetapi orang yang tidak memiliki bakat juga bisa bermain bagus,
asalkan dia mau berlatih keras mengasah kemampuannya.
Teater merupakan suatu kreatifitas manusia yang unik
Teater pada zaman sekarang ini sudah menyebar
kemana-mana, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Di Indonesia sendiri,
teater sudah berkembang sejak lama. Hal tersebut dapat kita lihat dari
teater-teater tradisional Indonesia yang telah berkembang secara turun-temurun di
kalangan masyarakat, fungsinya pun sekarang sudah beragam. Jika dulu orang
berteater untuk kepentingan upacara kegamaan, maka pada zaman sekarang ini
teater lebih cenderung mengarah kepada media hiburan dan media pendidikan.
Menggarap
sebuah teater di perlukan suatu kreatifitas dari pelakunya, supaya karya-karya
yang dipentaskan dapat dinikmati dan diterima oleh masyarakat. Di dalam sebuah
garapan, akan dituangkan emosi-emosi dari sutradara sehingga antara garapan
yang satu dengan garapan lainnya akan berbeda jika kebetulan mengambil naskah yang
sama. Jika seorang menggarap naskah pagi bening misalnya, maka orang lain yang
menggarap naskah itu juga pasti akan menghasilkan suatu karya yang berbeda. Hal
itu disebabkan dengan perbedaan kreatifitas dan ide-ide dari sutradara yang
satu dengan sutradara lainnya. Dengan demikian jika kita menonton suatu
pementasan teater, kita akan melihat suatu hasil kreasi yang unik dari
penggarapnya.
Teater itu menyenangkan !!
Bermain
teater berarti memainkan suatu alur cerita dengan menjadi karakter orang lain,
seperti menjadi bapak-bapak, anak muda maupun menjadi orang gila sekalipun.
Bagi orang yang menganggap teater sebagai hobi, maka mereka akan mendapatkan
suatu terapi jiwa yang bisa menghadirkan kepuasan tersendiri bagi pelakunya. Di
dalam teater kita akan menemukan suatu permainan yang menyenangkan, yang mana
hal tersebut yang akan dipentaskan nantinya ke depan masyarakat. Teater tidak
hanya menyenangkan bagi pelakunya, karena orang yang menonton teater pun akan
mendapatkan hiburan yang jarang mereka dapatkan dari kesenian lainnya. Para
penonton dapat ikut dalam emosi-emosi yang dihadirkan oleh aktor di atas
pentas, sehingga seorang yang menonton teater bisa tertawa terbahak-bahak jika
adegan yang dihadirkan berupa cerita komedi dan bahkan bisa menangis tersedu
jika ceritanya ber genre tragedy. Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa
teater itu sangat menyenangkan, baik untuk orang yang menggarapnya maupun bagi
mereka yang menikmatinya.
Kenapa orgen tunggal bisa unggul dari randai di padang lawas?
Pada
tahun 90 an, masyarakat padang lawas sangat menyukai randai. Hal tersebut dapat
dibuktikan dengan setiap pesta yang diadakan oleh masyarakat di iringi oleh
pertunjukan randai dan saluang kampuang pada masa itu. Akan tetapi, kalau kita
perhatikan pada masa sekarang, setiap pesta malah menghadirkan musik seperti
orgen tunggal. Usut demi usut ternyata masyarakat di sana sudah menganggap
kalau randai sudah tidak menarik lagi dan dianggap sudah ketinggalan zaman,
orgen tunggal dianggap solusi jitu untuk menggantikan randai. Mereka menganggap
kalau orgen tunggal sangat menghibur dan berkesan modern sehingga tidaklah aneh
kalau setiap pesta ada orgen tunggalnya. Tak lupa, mereka juga beranggapan
kalau orgen tunggal itu bisa dinikmati oleh semua usia. Akan tetapi, setelah
dilihat ternyata orgen tunggal tidak bisa dinikmati oleh anak-anak. Hal itu
diakibatkan oleh pakaian yang digunakan oleh penyanyi pada malam hari sungguh
sangat “terbuka” sehingga bisa menimbulkan nafsu bagi laki-laki, karena hal
tersebut jugalah sering terjadinya tawuran antar masyarakat karena berebut
ingin goyang bareng di atas pentas.
Kecamatan mungka dan guguk hampir “buta” terhadap teater
Teater adalah sebuah seni yang didalamnya mencakup
berbagai macam ilmu yang bermanfaat bagi orang yang menontonnya. Di dalam
teater berisi banyak ilmu dan pesan-pesan positif yang bisa diambil. Seperti
ilmu agama. Filsafat, budi pekerti, dan masih banyak yang lainnya.Akan tetapi,
pada zaman sekarang ini keberadaan teater sangat minim sekali, seperti di
kecamatan guguk dan kecamatan mungka kabupaten lima puluh kota. Di sini
masyarakat sudah tidak mengetahui lagi apa itu teater, karena pada daerah
tersebut sudah tidak ada lagi menampilkan pertunjukan maupun pengetahuan
tentang teater karena teater kalah pamor dengan pertunjukan musik.
“Punahnya”keberadaan
teater di sini diakibatkan oleh minimnya perhatian masyarakat juga pemerintah
terhadapnya. Pendidikan teater tidak diajarkan lagi disekolah-sekolah sehingga
para siswa “buta” terhadap teater. pada umumnya kesenian yang diajarkan di
sekolah-sekolah berupa seni musik, seni tari dan seni lukis. Dan untuk program
ekstrakurikuler, sekolah juga tidak menyediakan tempat untuk teater. Hal
tersebut sungguh sangat disayangkan, jika di sekolah saja teater tidak
diajarkan maka sudah wajarlah kalau masyarakat di sana juga tidak
mengetahuinya.
Latihan randai sabai nan aluih
Konsep
awal yang diajukan berbentuk randai kontemporer, akan tetapi setelah dilakukan
latihan semuanya berubah total menjadi randai tradisi. Melihat hal itu pak wen
selaku dosen mata kuliah menyuruh merubah semua gerak karena tujuan dari mata
kuliah tersebut adalah menghasilkan teater rakyat yang tidak mengusung konsep
tradisi. Pada awalnya semua mahasiswa memang ingin menghadirkan suatu teater
rakyat yang di dalamnya terdapat perpaduan antara randai kontemporer, tupai
janjang, dan celoteh lapau. Akan tetapi semua itu urung dilaksanakan, selain
karena banyaknya mahasiswa yang malas latihan hal tersebut terpaksa diubah
karena banyaknya acara kampus lain yang mengharuskan latihan ditiadakan. Dengan
semakin sedikitnya waktu sebelum ujian, maka dosen terpaksa mengevaluasi semua
latihan dari mahasiswa. Pada awal latihan tetap memakai konsep lama, yakni
randai, celoteh lapau, tupai janjang akan tetapi setelah sampai pada
pertengahan langsung dihentikan oleh dosen, dan dosen menyuruh untuk
mengevaluasi semuanya. Setelah mendapatkan arahan dan bimbingan dari pak wen,
akhirnya latihan yang dilakukan oleh mahasiswa mengusung konsep baru.
Langganan:
Postingan (Atom)



